We Were Soldiers (2002) Full Movie Subtitle Indonesia

oigel.com / movie / History / We Were Soldiers (2002) Full Movie Subtitle Indonesia

Suatu hari di tahun 1954, satu unit pasukan Perancis sedang melakukan patroli rutin. Saat itu adalah masa Perang Indochina I antara tentara perlawanan rakyat Vietnam (Vietminh) dg pasukan pendudukan Perancis. Tb2 saja pasukan patroli tsb disergap oleh satu unit pasukan Vietminh. Tanpa perlawanan yg berarti, pasukan Perancis tsb dikalahkan. Semua pasukan dibunuh saat itu jg.

11 tahun kemudian, Letnan Kolonel Hal Moore, seorang perwira militer penuh dedikasi dan juga seorang kepala rumah tangga teladan bagi keluarganya. Ia sedang mempersiapkan teknis pelatihan bagi pasukannya yang akan diberangkatkan ke Vietnam. Satu malam sebelum keberangkatan, para perwira menengah yg telah menjalani serangkaian latihan keras mengikuti pesta. Pesta yang selayaknya disebut pesta perpisahan antara sang pria dg kekasih wanitanya, suami dg istri dan anak2nya. Di tengah2 pesta, Letkol Moore serius terperangah mendengar nama uni pasukannya yang akan dikirim ke Vietnam. Nama unitnya adalah 1st Batalion/7th Cavalry Regiment. Nama yang mgk biasa2 saja bagi kita tp bagi anggota militer AS, nama tsb bs merupakan kutukan bagi unit yang dinamai dg nama tsb. Ya, 1st Batalion/7th Cavalry Regiment adalah nama unit militer yang pernah dikomandani seorang Letnan Kolonel keras kepala bernama George Custer. Batalion ini terkenal karena pertempuran dramatis yang terjadi antara 1st Batalion dg suku Indian gabungan Lakota, North Cheyenne dan Arapaho di Little Big Horn. 700 pasukan Custer dikalahkan oleh suku2 Indian tsb. 268 prajurit gugur termasuk Custer.

Sesampainya di Vietnam, Moore diperintahkan utk mengejar sekelompok Vietminh yang lari ke arah pegunungan la Drang (atau Lembah Kematian). Perintah sederhana : temukan mereka dan habisi! Apa yg Moore tidak ketahui adalah pegunungan tsb adalah tempat berkumpulnya 4000 pasukan Vietminh.

Apa hubungannya antara kisah Kolonel Custer di Little Big Horn dg Kolonel Moore di la Drang? Hubungannya adalah mereka sama2 memiliki pasukan yang terbatas dan menghadapi jumlah pasukan musuh yang lebih banyak dr mereka serta jauh dari markas pasukan utama mereka. Sebelum berangkat ke la Drang, Moore menyadari bhw mereka lah yang akan menjadi pasukan yang disergap di la Drang.

We Were Soldiers tidak dibuat seperti film2 perang Holiwut seperti biasanya. Amerika menang dan selesailah masalah tsb. Tp film ini, tepatnya pertempuran la drang, menjadi tirai pembuka suatu babak penuh darah dan air mata di mana para pemuda terbaik AS harus berhadapan dg pasukan Vietminh yang sejak nenek moyang mereka selalu bertempur melawan pasukan penjajah, mulai dr Kekaisaran China, Jepang, Perancis dan akhirnya Amerika. Ya pengalaman bertempur selama ribuan tahun.

Randall Wallace sebagai sutradara tidak memberikan kesempatan bagi penonton utk bernafas setelah scene mendaratnya unit pertama pasukan AS di la Drang. Sejak keluarnya butir prtama peluru, penonton diperlihatkan scene demi scene yang penuh dg darah. Ya, We Were Soldiers mirip dg Black Hawk Down yang mengumbar ribuan peluru di setiap scene-nya. Walaupun begitu, Wallace tetap menjaga fokus dr film ini dg baik. Terutama konflik antara Moore dg Nguyen Hu Ann, komandan pasukan Vietnam Utara (NVA). Moore dan Nguyen seakan2 beradu taktik dan strategi utk saling mengalahkan. Nguyen di dalam terowongan bawah tanah dan Moore di tengah2 hujan peluru saling memberikan kemampuan terbaik mereka utk mengantisipasi apa rencana selanjutnya dr masing2 pihak.

Utk scene pertempuran pun digarap dengan baik. Apalagi konsultan dr film ini adalah General (Ret) Hal Moore sendiri. Kredit khusus pd adegan 'Broken Arrow' yang bner2 buat gw harus menahan napas. Dramatisasi dari film ini jelas sekali kentara. Adegan pesta di malam sebelum keberangkatan diisi dg lagu2 memori yg cukup membuat hati 'ngelengos'. Kemudian adegan kepergian Letkol Moore pun digarap baik, tanpa suara tp sangat menyayat hati. Pun begitu ketika Julie Moore membagikan surat2 pemberitahuan kematian kepada istri2.

We were Soldiers berhasil menjadi sebuah war movie yang baik di tengah2 berbagai kelemahannya. Setidaknya bagi para penikmat film2 perang, We Were Soldiers menjadi film perang dengan latar belakang perang Vietnam terbaik setelah era Tigerland dan Full Metal Jacket.

Channels movie  /  History

View More
Comments
Harap memberikan komentar denga bahasa indonesia yang baik dan benar.